Kampung Dukuh, Menjungjung Tinggi Adat dan Agama Islam

- 14 Agustus 2020, 17:59 WIB
Ilustrasi: destinasi wisata kampung adat sunda/ /pixabay/panjiarista/

JURNAL TRIP - Kampung Dukuh merupakan sebuah perkampungan adat yang sangat kental dengan ajaran agama Islam, kampung yang terletak di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat ini berkehidupan sederhana baik dalam segi bangunan rumah adat, pakaian, bahasa, perilaku tingkah pola masyarakatnya yang masih memegang kuat adat dan tradisi leluhurnya.

Terdapat 42 rumah dan sebuah bangunan masjid. Terdiri dari 40 kepala keluarga serta jumlah penduduk 172 orang untuk Kampung Dukuh dalam dan 70 kepala keluarga untuk Kampung Dukuh luar.

Kata Dukuh berarti calik atau duduk, berasal dari Padukuhan yang merupakan tempat bermukim atau yang baik untuk bermunajat, mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga: Simak, 5 Fakta Menarik Upacara Adat di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar

Kampung ini berpatokan kepada mazhab Imam Syafe’i serta ajaran Tasawuf Syekh Abdul Jalil yang merupakan ajaran para sufisme atau orang-orang penganut tasawuf.

Berada diantara tiga gunung, Gunung Batu Cupak, Gunung Dukuh, dan Gunung Batu, semua bangunan rumah terbuat dari kayu dan ada larangan untuk tidak menggunakan kaca, tembok, dan genteng,

Perkampungan adat yang berjarak sekitar 1,5 km dari Desa Cijambe atau 120 km dari pusat kota Garut, luas kampungnya 1,5 Ha, yang terdiri tiga wilayah meliputi Kampung Dukuh Dalam, Dukuh Luar serta kawasan khusus Makam Karomah.

Ada satu tempat yang dianggap sakral oleh warga di kampung ini, yakni makam leluhur Kampung Adat Dukuh Dalam Syekh Abdul Jalil. Untuk menuju area makam, pengunjung harus mendaki kaki Gunung Dukuh. Makam Syekh Abdul Jalil tepat berada di dalam hutan tutupan.

Baca Juga: Kampung Adat Ciptagelar Manfaatkan Alam Sebagai Sumber Kehidupan

Makam ini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia setiap Hari Sabtu. Sebelum menuju makam, para peziarah diwajibkan untuk mandi dan berwudhu di sebuah jamban yang sudah disediakan.

Halaman:

Editor: M Elgana Mubarokah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X