Kesadaran Masyarakat Akan Cagar Budaya Harus di Tingkatkan

- 15 Agustus 2020, 08:00 WIB
Seorang pengunjung Keraton Kaprabonan mencoba memeriksa bangunan bangsal kaputran Keraton Kaprabonan yang rusak parah, Selasa (4/8/2020). Akibat konflik internal, sudah empat tahun ini bangunan cagar budaya yang sudah berusia lebih dari 300 tahun, dibiarkan rusak.* /Pikiran-Rakyat.com/Ani Nunung/

JURNAL TRIP - Purwakarta sebagai salah satu kota di Provinsi Jawa Barat memiliki 44 lokasi cagar budaya. Namun saat ini beberapa diantaranya kondisinya cukup mengenaskan.

Kesadaran akan rasa memilki terhadap situs atau cagar budaya, nyatanya masih minim di Indonesia termausk Purwakarta.

Kesadaran macam ini perlu ditingkatkan agar, keaslian dan keutuhan pondasi berdirinya bangsa tersebut bisa terus terjaga sebagai guide bagi generasi penerus.

Baca Juga: Berziarah di Kampung Adat Dukuh Kabupaten Garut

Mengutip dari pikiran-rakyat.com pemerhati Budaya Asep Hadian Adipraja, ancaman terbesar justru berasal dari masyarakat sekitar lokasi cagar budaya.

"Pengetahuan dan kepedulian masyarakat setempat terhadap benda-benda cagar budaya itu masih kurang," katanya

Tindakan masyarakat sekecil apapun dikhawatirkan mengurangi nilai kebudayaan dan sejarah pada benda-benda cagar budaya.

Asep mengatakan bahwa keaslian bentuk menjadi yang aspek utama.

Baca Juga: Kampung Dukuh, Menjungjung Tinggi Adat dan Agama Islam

Karena itu, renovasi bangunan cagar budaya tidak boleh mengubah bentuk dasarnya dan harus seizin BPCB tingkat provinsi.

Halaman:

Editor: M Elgana Mubarokah

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X