Mengenal Sejarah di Museum Mandala Wangsit

- 15 Agustus 2020, 10:00 WIB
/MANDALA WANGSIT /

JURNAL TRIP - Siapa yang tak suka pergi ke museum, destinasi wisata penuh dengan penegtahuan ini selalu menjadi temapt favorit bagi keluarga dan pelajaran sampai mahasiswa.

Apalagi yang berkaitan dengan perjuangan, tentu akan semakin menarik sebab berkaitan langsung dengan sejarah Republik Indonesia.

Di Kota Bandung, ada museum yang menggambarkan sejarah perjuangan bangsa, yang di bawahi oleh Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi, ya, museum Mandala Wangsit.

Museum yang berlokasi di Jalan Lembong No. 38, ini menyimpan banyak artefak sejarah yang menarik wisatawan manapun.

Baca Juga: Mengenal Batalyon Siluman Merah, Pasukan Pamungkas Kodam III Siliwangi

Di bagian depan gedung museum terdapat dua buah monumen, yang mana satunya lebih berupa prasasti dan yang satunya lagi lebih bisa disebut relief. Dimulai dari yang lokasinya di depan, adalah monumen yang di permukaannya tertulis “Wangsit Siliwangi”, yaitu pesan, amanat, petuah, dan wasiat dari pejuang di masa lalu untuk generasi berikutnya

Sementara di belakangnya terdapat Monumen Kekejaman APRA yang diresmikan tahun 1995 oleh Gubernur R. Nuriana untuk mengenang wafatnya Letnan Kolonel Adolf Gustaaf Lembong dan 78 prajurit Siliwangi lainnya dalam pertempuran melawan APRA.

Masih di halaman depan museum namun tersebar-sebar, terdapat berbagai koleksi senjata artileri dan kendaraan lapis baja yang bersejarah, di antaranya sebuah meriam PSP yang pernah digunakan dalam Pertempuran Surabaya, Ambarawa, dan Semarang, sebuah meriam gunung yang digunakan dalam menumpas pemberontakan APRA dan Kahar Muzakar, panser Rel V-16 yang digunakan untuk mengawal kereta api dari gangguan gerombolan DI/TII, meriam 40mm L60 Bofors yang pernah diturunkan dalam Operasi Trikora/Mandala, serta panser ringan Stuart M3A1. Selain itu, ada pula patung Letkol A.G. Lembong yang namanya kemudian diabadikan menjadi nama jalan di depan museum.

Baca Juga: Simak, 8 Fakta Menarik Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah Pimpinan Batalyon Siluman Merah

Di kejauhan terdapat koleksi jubah milik Kyai Agung Caringin dari Menes, Banten dan milik Haji Hasan Arief dari Cimareme, Garut

Halaman:

Editor: M Elgana Mubarokah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X