Belanda Masih Menyita Banyak Artefak Asli Kebudayaan Indonesia. Mari Kita Lihat Apa Saja Yah

- 16 Agustus 2020, 17:50 WIB
Patung dari Kebudayaan Bali yang terpajang di Museum Leiden, Belanda /

Jurnal Trip - Ingin treveling sambil mengenal peninggalan artefak atau barang-barang kuno asli dari kebudayaan Indonesia. Jangan khawatir, barang antik asli peninggal nenek moyang kita masih banyak tesimpan rapih di beberapa museum di negeri kincir angin, Belanda. Meski beberapa waktu sebanyak 1.500 artefak telah dikembalikan ke Nusantara, namun masih terdapat banyak artefak yang masih tersimpan apik di museum Belanda.

Melihat sejarah yang telah dijajal saat pendidikan seolah dasar, tentu sudah bukan rahasia lagi jika negara Belanda merupakan negara yang telah menjajah Indonesia selama 3,5 abad. Bukan hanya kekayaan alam saja yang di jaraha, bahkan artefak, dokumen, hingga kesenian asli bangsa Indonesia di ambil disimpan di negara Belanda. Hingga akhirnya pada tahun 1945 bangsa Indonesia berhasil mendeklarasikan kemerdekaannya yang dipimpin oleh Soekarno - Hatta disaat penjajahan Jepang.

Hingga saat ini, negara Belanda yang merupakan mantan penjajah Indonesia itu, pasti memiliki beragam koleksi kebudayaan, seni, dan dokumen milik negara Indonesia yang diarsipkan di beberapa museum di Belanda. Diantaranya :

1. Museum Volkenkunde, Leiden
Museum etnografi tertua di dunia yang di bangun pada tahun 1837 ini, bernama Museum Volkenkunde yang berlokasi tak jauh dari Stasiun Leiden Centraal. Di museum ini memamerkan berbagai koleksi benda-benda antik dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Tak sedikit koleksi antik yang berasal dari Indonesia ini yang di pamerkan di museum ini hingga ditempatkan dalam sebuah ruangan khusus sejak tahun 1860. Adapun beberapa koleksi yang hingga saat ini masih terjaga diantaranya, patung arca dari kerajaan Singasari dan kerajaan nusantara lainnya, kain dan pakaian adat dari suku khas Indonesia, senjata khas di beberapa daerah seperti keris dan badik, dan masih banyak lagi.

2. Museum Tropenmuseum, Amsterdam
Museum yang didirikan pada tahun 1864, merupakan salah satu museum etnografi dan antropologi terbesar di Amsterdam, Belanda. Museum yang masih menyimpan koleksi barang prasejarah peninggalan bekas koloni Belanda, dan Indonesia seperti lukisan, wayang, alat musik, patung, senjata kuno, artefak tekstil, hingga rempah-rempah Indonesia juga ikut dipamerkan di museum ini.

Selain menyimpan barang antik, di museum Tropenmuseum ini menyimpan dan memamerkan beberpa koleksi dokumenter foto dan video kegiatan kolonial Belanda berada di negara Indonesia.

Selain menyimpan artefak dari Indonesia, ternyata di sisi bangunan museum Tropenmuseum terdapat relief yang menceritakan sejarah bagaimana bangsa Belanda berlayar melewati lautan dan benua hingga bisa sampai ke Indonesia.

3. Perpustakaan University Leiden
Universitas Leiden merupakan salah satu Universitas menyimpan banyak koleksi peninggalan sejarah tentang Asia termasuk Indonesia yang tersimpan rapih di perpustakaannya yang telah berdiri sejak tahun 1587.

Sebanyak kurang lebih 26 ribu manuskrip kuno Indonesia yang tersimpan didalam perpustakaan ini, bahkan lebih banyak dari pada Perpustakaan Nasional Indonesia sendiri yang hanya memiliki sekitar 10 ribu manuskrip. Adapun manuskrip yang disimpan di Perpustakaan Leiden, terdapat koleksi buku, peta, dokumen, foto, dan juga musik khas asli Indonesia, tak terkecuali ratusan surat Kartini beserta lukisan - lukisanya.

Bahkan di Perpustakaan Leiden Universitas ini menyimpan buku La Galigo dan Babad Diponegoro merupakan koleksi yang paling berharga yang dimiliki oleh perpustakan ini. Kedua buku tua yang melegenda tersebut telah terdaftar dalam warisan UNESCO.
La Galigo merupakan buku tua yang mengisahkan tentang mitos penciptaan peradaban Bugis di Sulawesi Selatan, dalam buku tersebut tertulis rangkaian bentuk puisi berbahasa Bugis Kuno.

Halaman:

Editor: Gery Cipta Sebangun


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X