Membaca Sholawat Munjiyat: Bacaan, Sejarah, Keutamaan dibaca Pagi, Siang, Sore

- 16 September 2020, 14:20 WIB
Ilustrasi // Membaca Sholawat Munjiyat: Bacaan, Sejarah, Keutamaan dibaca Pagi, Siang, Sore /pixabay/matponjot

JURNAL TRIP - Membaca Sholawat Munjiyat: Bacaan, Sejarah, Keutamaan dibaca Pagi, Siang, Sore.Sholawat merupakan salah satu dzikir yang sangat dianjurkan untuk dibaca secara istiqamah oleh siapa pun.

Memperbanyak membaca shalawat diyakini dapat mempermudah terkabulnya hajat yang diinginkan oleh seseorang. Perintah untuk membaca dzikir sholawat ini, salah satunya ditegaskan dalam

Al-Qur’an:

إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman Bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya” (QS. Al-Ahzab: 56)

Baca Juga: CEK FAKTA: Warga Cilegon yang Tak Patuhi PSBB Kena Denda Ratusan Ribu

Allah, Malaikat, dan Nabi Bershalawat kepada Pembaca Sholawat Bershalawat kepada Nabi bisa dilakukan hanya dengan melafalkan kalimat shallallâhu alâ Muhammad.

Namun rupanya banyak sekali bacaan-bacaan sholawat dalam berbagai macam pelafalan dengan penamaan yang berbeda-beda.

Salah satu bacaan sholawat yang sering diamalkan dan dibaca adalah Shalawat Munjiyat. Adapun lafal Sholawat Munjiyat secara lengkap adalah sebagaimana berikut:

اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât

Halaman:

Editor: M Elgana Mubarokah

Sumber: NU Online


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X