Ahok, Serang Kementrian BUMN, Blak-blakan Soal Buruknya Pertamina, Ini Pernyataanya.

- 17 September 2020, 11:00 WIB
Ahok, Serang Kementrian BUMN, Blak-blakan Soal Buruknya Pertamina, Ini Pernyataanya. /Dok. Istimewa RRI/

JURNAL TRIP - Ahok, Serang Kementrian BUMN, Blak-blakan Soal Buruknya Pertamina, Ini Pernyataanya. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dianggap membuat gaduh tanah air dengan menyatakan agar Kementrian BUMN dibubarkan saja.

Hal ini, BTP ucapkan ketika membeberkan segudang masalah di tubuh Pertamina. Ahok alias BTP pun mengurai beberapa persoalan yang ia hadapi ketika diberikan jabatan Komisaris Utama Pertamina Sejak 22 November 2019, lalu.

Ada beberapa hal yang disoroti Ahok alias BTP terkait regulasi yang ada di Pertamina. Salah satunya ada penunjukan direksi dan komisaris yang BTP anggap tanpa aturan.

Baca Juga: Cek Penerima Subsidi Upah Rp600 Ribu di Web sso.bpjsketenagakerjaan.go.id, SMS, dan Whatsapp

Tindakan yang dianggap buat gaduh tersebut, langsung menjadikan mantan Gubernur DKI Jakarta BTP alias Ahok ini trending di jagat twiter.

Berikut Jurnal Trip coba rangkum pernyataan BTP alis Ahok terkait kebobrokan Pertamina yang dirangkum :

1. Saya ini eksekutor, bukan pengawas sebenarnya. Komisaris di BUMN itu sebetulnya itu ibarat neraka lewat, surga belum masuk. Harusnya Kementerian BUMN itu dibubarkan.

Baca Juga: Bocoran Waktu Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 9: Pastikah Anda Tahu Syarat dan Tahapannya

2. Kita harus bangun semacam Temasek, semacam Indonesia Incorporation. Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri. Karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian.

3. Saya potong jalur birokrasi mereka. Pertamina itu dulu naik pangkat mesti pakai kaya pangkat, Pertamina Reference Level. Orang mesti kerja sampai SVP bisa 20 tahun ke atas, saya potong semua mesti lelang terbuka.

Halaman:

Editor: M Elgana Mubarokah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X